JANGAN Minder jd Orang Indonesia

JANGAN Minder jd Orang Indonesia

JANGAN Minder jd Orang Indonesia - Kembali Lagi Pada Postingan Kali ini Blog Info-Kita.net Akan Berbagi Informasi Terbaru Khusus Buat Sobat semua yakninya tentang JANGAN Minder jd Orang Indonesia, semoga bisa Bermanfaat ya Buat Sobat Semua.

Renungan menjelang 17 Agustus 2013

JANGAN MIMPI SURGA, Bung! Merdeka kok CENGENG

�Saya ingin mengibarkan bendera setengah tiang pada Agustusan tahun ini, sebab saya kecewa dengan carut marutnya negeri ini,� ujar seorang rekan mengomentari status saya di Facebook. Saya sebelumnya menulis di jejaring sosial itu, �Semakin sedikit orang yang mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumah-rumah mereka, padahal ini sudah tiga hari menjelang 17 Agustus 2013.�

Saya sebenarnya ingin membalas komentar di Facebook itu dengan kalimat, �Jangan cengeng Bro. Tidak ada negeri atau negara yang sempurna di dunia ini. Jangan mimpi tinggal di surga, selama kita masih hidup.� Tapi, saya urung melakukannya. Sebab, jejaring sosial adalah sarana �setidaknya menurut hemat saya�untuk menjalin hubungan baik dan menjaga kesan baik dengan teman-teman.

Tetapi, saya tidak tahan juga. Dan setibanya di rumah, malam-malam saya pun mengetik esai singkat ini. Kalaupun tidak ada yang membacanya, dan tersimpan di dalam hard disk belaka, saya sudah merasa puas, karena berhasil kembali meyakinkan diri saya sendiri bahwa negeri ini adalah �my holy country�, Indonesia is my holy country.

Kenapa saya bilang begitu? Sangat banyak alasannya. Salah satunya, negeri ini bisa membuat warganya merasa betah tinggal di atasnya. Obama pernah berkata bahwa ia heran mengapa sangat sedikit orang Indonesia yang mengajukan permohonan menjadi warga negara Amerika, dibandingkan warga dari negara lain di Asia. �Orang Indonesia sangat mencintai negerinya,� kata Obama yang pernah tinggal di Indonesia di masa kecilnya. Seorang teman saya pun pernah curhat begini, �Gue udah tinggal dan kerja di Kanada, tapi tetep aja pengennya balik ke sini.� Ia adalah seorang Tionghoa yang keluarganya tinggal di kawasan Kota, Jakarta Pusat, yang sesak dan padat.

Meski ada juga orang yang merasa tidak kerasan tinggal di Indonesia, tapi saya yakin jumlahnya tidak signifikan, dan mereka tidak benar-benar ingin hengkang dari sini. Kalau pun ingin hengkang, itu hak mereka. Adios.

Biarkan mereka yang cengeng hengkang. Indonesia lebih perlu orang-orang yang kuat secara moral dan mental. Mengapa hanya karena setiap hari nonton berita politik dan korupsi yang heboh di televisi, lantas malas mengibarkan bendera Merah Putih? Mengapa cuma gara-gara Nazaruddin, Anas, Fathanah, Luthfi, dan belakangan Rubiandini (atau tersangka korupsi lainnya) sering muncul wajahnya di tivi, lantas menganggap negeri ini carut marut.

Perlu diketahui, kalau soal hiruk pikuk politik, Amerika tidak kalah hebohnya, pemberitaannya pun tak kalah bisingnya. Kalau soal korupsi, di Amerika juga sejak Indonesia belum diproklamirkan, sudah banyak kasus. Tidak usah jauh-jauh ke belakang, ingat saja kasus-kasus yang berakhiran �gate�, misalnya Irangate, Watergate, Monicagate, dsb yang melibatkan pemimpin tertingginya (presiden) secara langsung. Apalagi kalau kita ingat bagaimana beberapa presiden Amerika tewas dibunuh: Abraham Lincoln dan John F. Kennedy misalnya. Kacau betul negara itu.

Tapi, barangkali, orang Amerika tidak peduli dengan itu semua. Mereka rata-rata patriotik, meski ada juga yang skeptis. Tapi, kebanyakan �menurut saya�orang Amerika itu patriotik. Padahal, hampir setiap bulan ada saja bencana alam di sana (paling sering tornado), belum lagi angin topan. Selain itu, di sana banyak sekali kriminalitas yang bikin merinding setiap saat. Lebih-lebih lagi, masyarakat Amerika menderita luar biasa oleh masalah narkoba yang sepertinya mustahil dihapuskan dari kehidupan sehari-hari.

Selain itu, negara mana yang harus merelakan anak bangsanya mati setiap hari di medan tempur di luar negeri, hanya untuk menjamin keamanan nasionalnya? Sudah berapa banyak pemuda dan pemudi Amerika yang mati di Irak dan Afganistan? Berapa juta orang Amerika yang mati dalam Perang Dunia II yang sebenarnya tidak menyentuh tanah Amerika?

Orang Indonesia, tidak seperti itu. Jangankan harus wajib militer untuk bertempur di luar negeri membela negeri tercinta, untuk mengibarkan bendera Merah Putih saja malas! Jangankan untuk menukar nyawa dengan kehormatan negara, untuk meyakinkan diri bahwa negeri ini perlu dijaga bersama-sama saja tak mampu!

Cuma gara-gara berita-berita politik di televisi yang tayang setiap hari, orang Indonesia sudah kecewa kepada negerinya. Sudah menganggap negerinya carut-marut. Cengeng sekali. Sungguh melempem. Apa jadinya mereka bila Indonesia ini dibalik jadi Amerika? Wah, mungkin Merah Putih sudah diludahi, dibakar, atau dinjak-injak.

Apa jadinya bila di Indonesia ada penembakan brutal di sekolah-sekolah yang menewaskan siswa-siswi yang tengah belajar? Aduh, bisa-bisa orang Indonesia yang cengeng sudah jadi gila dan membakar dirinya sendiri. Amit-amit.

Korupsi? Negara mana yang tidak ada korupsinya? Pemberantasan korupsi lambat? Memangnya bisa segampang ngomong untuk memberantas korupsi di negeri ini, yang sudah membudaya selama 32 tahun Orde Baru? Banyak orang Indonesia yang maunya enak dan cepat, tapi cuma ngomong doang, dan pintarnya cuma mengeluh.

Kenapa saya banyak membandingkan Indonesia dengan Amerika? Sebab, sama-sama negara demokrasi yang terbuka, jumlah penduduknya setara, luas wilayahnya sepadan (meski Amerika lebih besar dengan Alaska dan Hawaii), sama-sama dibentuk dari masyarakat yang sangat majemuk, dan kebebasan persnya sama-sama luar biasa �liar�. Satu lagi, sama-sama ekonomi skala besar (anggota G20).

Jangan bandingkan Indonesia dengan Malaysia. Gak nyambung. Malaysia tidak demokratis, penduduk sedikit (cuma 28 juta, atau setara Jabodetabekjur), wilayahnya relatif kecil, dan persnya lembek. Malaysia juga skala ekonominya lebih kecil ketimbang Indonesia.

Apalagi membandingkan Indonesia dengan Singapura. Konyol! Super konyol.

Jangan dipikir juga bahwa di Malaysia tidak banyak masalah. Di sana, orang China tidak boleh punya toko yang letaknya lebih strategis ketimbang orang Melayu (disebut Bumiputera). Ini sangat diskriminatif dan rasialis! Jangan kira politik di Malaysia itu bersih. Konyol! Mana ada wakil perdana menteri digebukin di penjara dan disidang karena tuduhan kasus sodomi! Ini cuma ada di negeri jiran! Politiknya jauh lebih busuk daripada politik Indonesia. Politik sodomi.

Sudahlah. Cukup kita menyebut kejelekan negeri lain. Mari kembali ke Indonesia. Meski banyak masalah di negeri kita, ya itu biasa saja. Tidak ada negeri yang bebas masalah. Tidak ada surga, Bung! Selama kita masih hidup. Pokoknya kita sama-sama berusaha memperbaiki kondisi negeri kita, karena memang ini tanggung jawab kita bersama. Jangan cengeng, jangan minder. Yang punya masalah kehidupan bukan kita sendiri. Buang mental inferiority complex alias rendah diri warisan penjajahan.

Kelaparan di Afrika, perang saudara di Suriah dan di Mesir, perang kaos kuning vs kaos merah di Thailand beberapa tahun lalu, nuklir bocor di Jepang, embargo ekonomi untuk Iran dan Korut, kerusuhan dan penjarahan ibu kota London beberapa tahun lalu, politik sodomi, serta penembakan-penembakan brutal, semuanya ada di luar sana. Di sini? Ya begini ini, negeri muda yang berumur 68 tahun, yang sangat perlu kepercayaan diri warganya.

Ya begini ini, negeri yang polisi dan tentaranya terus perlu ditingkatkan profesionalisme dan moralnya, agar tidak bertindak di luar sumpah tugasnya. Negeri dengan pejabat dan rakyat yang sama-sama harus memperbaiki dirinya masing-masing. Karena ketika pejabat tidak bersih, bukan berarti rakyat otomatis bersih. Karena meski pejabat diteriaki sebagai koruptor, bukan berarti rakyat tidak pernah korupsi. Iya kan?

Sudahlah. Jangan minder. Kita sudah tidak dijajah bule lagi. Ayolah percaya diri. Bangsa yang punya masalah bukan cuma kita sendiri kok. Yang penting adalah usaha memperbaiki terus negeri tercinta ini.

Mari kita kibarkan sang Merah Putih setinggi-tingginya. Dan terus berjuang agar Indonesia lebih baik dan semakin baik.

M. Hasan
wartawan


By Chika Imut

Sumber

Demikianlah informasi yang dapat Info-Kita.net sampaikan. Semoga bermanfaat dan Beguna Hendaknya Buat anda semua pengunjung Blog Ini. dan Terima kasih kepada Sobat Semua yang telah membaca artikel JANGAN Minder jd Orang Indonesia